Minggu, 15 April 2012

Mendorong Para Pemuda Untuk Berwirausaha

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju jika setidaknya dua persen dari masyarakatnya menjadi pengusaha. Oleh karena itu, ia mendorong para pemuda untuk tidak ragu berwirausaha.

"Tidak ada satu bangsa di dunia ini yang mampu menjadi negara maju tanpa ditopang sejumlah pemuda dan masyarakat yang berwirausaha," kata Hatta dalam acara penjaringan 5.000 calon wirausahawan muda bersama di Kampus Stekpi, Kalibata, Jakarta, Minggu 15 April 2012.

Hatta menuturkan, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Eropa, belasan persen penduduknya tercatat menjadi pengusaha. Sementara itu, Negeri Jiran Malaysia sebanyak enam persen.

Bahkan, dia melanjutkan, negara-negara di Eropa Timur yang dahulu berpaham komunis, saat ini memacu kemajuan bangsanya dengan mendorong pemuda mereka berwirausaha.

"Sangat jelas mengapa program kewirausahaan ini menjadi sangat penting. Kunci sukses untuk menjadi bangsa besar," ujar Hatta, yang juga menjabat Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Hatta mengemukakan, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta harus dilihat sebagai sumber potensi. Kuantitas itu, tidak boleh dilihat sebagai beban bangsa.

"241 juta rakyat Indonesia harus dijadikan aset utama, kekuatan bangsa. Harus didorong menjadi manusia berkualitas yang siap bersaing dengan bangsa mana pun," ujarrnya.

Hatta menambahkan, dirinya optimistis para pemuda mampu menjadi pengusaha yang kemudian menjadi penggerak kemajuan ekonomi negara. Dia menjadikan dirinya sebagai contoh. "Saya anak kampung, layaknya seorang kampung, keluarga sederhana. Ayah pegawai negeri, adik 10," tuturnya.
READ MORE ~>> Mendorong Para Pemuda Untuk Berwirausaha

Selasa, 03 April 2012

Komisi Informasi Publik Sulsel

Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel menerima tujuh aduan masyarakat terkait transparansi lembaga pemerintah dalam memberikan informasi ke publik, sepanjang triwulan I 2012. Ketua KIP Sulsel Aswar Hasan mengungkapkan, laporan yang masuk ke lembaga yang dipimpinnya tersebut, mayoritas terkait transparansi pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah. Laporan yang masuk diantaranyasengketa kasus informasi di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel, Dinas Sosial Makassar, Dinas Sosial Sulsel, Dinas Pertanian Makassar, Dinas Pendidikan Sulsel, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel.

“Dari tujuh laporan yang masuk sejak Januari lalu itu, sementara ini kita masih pelajari dan asistensi. Kita harapkan bisa diselesaikan secara mediasi,” jelasnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin. Sedangkan pada tahun sebelumnya, lembaga tersebut mendapatkan sedikitnya 27 aduan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan yang dianggap tidak transparan dalam memberikan informasi publik.

Aswar menyebutkan,dalam Undang-Undang KIP, terdapat pengelompokan informasi diantaranya pertama, informasi yang wajib disediakaan dan diumumkan badan publik secara berkala.Kedua, informasi yang wajib disampaikan secara serta merta, informasi yang wajib tersedia setiap saat, serta informasi yang dikecualikan atau yang dikategorikan rahasia sesuai tertuang dalam Pasal 17 UU KIP.

“Berbagai aduan masyarakat ini kita limpahkan ke pusat karena kita belum memiliki sekretariat yang memadai. Sekretariat yang ada sekarang belum memenuhi syarat, ”bebernya. Olehnya itu, siang kemarin, dilakukan pertemuan antara BKD Sulsel, Biro Organisasi, dan Dinas Perhubungan Sulsel yang dipimpin langsung Sekrpov Sulsel A Muallim di ruang kerjanya.

Aswar mengatakan, pertemuan ini untuk membahas nasib sekretariat permanen yang kerap disuarakan oleh KIP Sulsel untuk menuntaskan setiap aduan masyarakat yang masuk. “Dalam pertemuan tadi, Sekprov Sulsel akan menggodok SK Gubernur mengenai sekretariat kami.Yang jelas, sekretariat harus diisi empat bidang yakni bagian umum, kelembagaan,sosialisasi dan penyelesaian perkara. Nah, bagaimana kita mau bekerja kalau semua bagian itu belum ada?,”pungkasnya kepada wartawan.
READ MORE ~>> Komisi Informasi Publik Sulsel
 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World