Minggu, 24 Juli 2011

Harapan warga Indonesia

Harapan warga Indonesia memiliki bandara berkelas internasional, sepertinya tidak lama lagi. Pemerintah telah menyetujui desain baru rencana induk Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ditawarkan PT Angkasa Pura II. Grand design telah mendapatkan persetujuan dari Wakil Presiden Boediono dalam Rapat Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta di kantor Wapres, Jakarta, 24 Mei lalu.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengungkapkan, sebagai upaya tindak lanjut, PT. Angkasa Pura II telah membuat desain teknis rinci atau detailed engineering design (DED). "Saya berharap proses pengerjaan fisik pengembangan bandara di Cengkareng tersebut bisa dimulai pada awal 2012 mendatang," kata Tri kepada media, Sabtu, 23 Juli 2011.

Menurutnya, saat ini tim Angkasa Pura II langsung bekerja untuk memproses pembuatan DED rancangan baru Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini tim sedang mempercepat menggarap proses pembuatan dokumen DED. Kita targetkan agar bisa selesai akhir 2011, sehingga target proses konstruksi fisik pada 2012 bisa dilakukan. Ground breaking yang kita rencanakan awal 2012 tidak boleh molor, karena bisa memberikan efek domino terhadap seluruh proses di belakangnya,” katanya.

Tri menegaskan percepatan terhadap proses pengembangan Bandara Soekarno-Hatta mutlak untuk dilakukan. Hal itu mengingat jumlah pergerakan penumpang saat ini telah mencapai dua kali lipat dari kapasitas yang tersedia, yaitu 44,3 juta penumpang per tahun yang dilayani 14 maskapai pada jalur penerbangan domestik dan 41 maskapai di rute internasional. Sedangkan kapasitas terminal yang tersedia hanya untuk melayani 22 juta penumpang per tahun.

Target dari revitalisasi ini adalah meningkatkan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta agar dapat melayani hingga 62 juta penumpang per tahun pada 2014,” ujarnya. Adapun untuk pendanaan akan ditanggung sendiri oleh AP II untuk sementara. Apabila tidak mencukupi akan kerjasama dengan bank nasional dan pilihan terakhir melakukan obligasi. "Perkiraan biaya akan menyiapkan Rp11,7 trilyun," ujarnya. Demikian catatan online Setan Internet yang berjudul Harapan warga Indonesia.
READ MORE ~>> Harapan warga Indonesia

Jumat, 15 Juli 2011

Enam tokoh inspiratif

Enam tokoh inspiratif memperoleh penghargaan bidang kesehatan Sang Teladan yang diadakan Decolgen. Keenam orang ini dianggap melakukan dedikasi yang besar dan tanpa pamrih untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah.

Mereka adalah Eulis Rosmiati (bidan penggerak swadana kesehatan di Sukabumi), Anto Bagus (dokter gigi pengoperasi penderita gi gi sumbing di Mojokerto), Michael Leksodimulyo (dokter penggagas klinik keliling di Surabaya), Widarti (pemberdaya kader kesehatan di Lumajang), Tiara Savitri (pendiri Yayasan Lupus Indonesia), dan Salvi Rani (relawan klinik penyalahgunaan narkoba di Bukittinggi).

Mereka terpilih dari 857 kandidat. Dalam penganugerahan penghargaan ini, Jumat (15/7) di Jakarta, Michael dinobatkan sebagai peraih award Sang Teladan favorit pilihan masyarakat, sementara Eulis Rosmiati sebagai Sang Teladan Pilihan Juri.

Bertindak sebagai dewan juri, yaitu sosiolog Imam Prasodjo, pakar kesehatan Fahmi Idris, praktisi ksehatan Joserizal Jurnalis, anchor Metro TV Najwa Shihab, dan presenter TV M Farhan. Demikian catatan online Setan Internet yang berjudul Enam tokoh inspiratif.
READ MORE ~>> Enam tokoh inspiratif

Selasa, 12 Juli 2011

Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih

Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Pekalongan berkembang sebagai sentra pembuatan batik. Permintaan batik begitu banyak, sampai-sampai batik Pekalongan dikirim ke berbagai daerah di nusantara. Oleh karena itu, bisnis di Pekalongan pun tumbuh pesat. Layaknya kota lain yang tumbuh, kebutuhan akan hotel pun meningkat. Pekalongan memang telah memiliki beberapa hotel melati dan berbintang.

Nah, salah satunya adalah Hotel Marlin Pekalongan. Hotel tersebut masih tergolong baru buka. Walaupun begitu posisinya yang strategis mampu menarik tamu untuk bermalam di hotel itu. Coba bayangkan ini. Soft opening dari Hotel Marlin Pekalongan pada 12 November 2010. Namun, okupansi sudah mencapai 70-80 persen per malam. Padahal untuk grand opening baru dilaksanakan 18 Maret 2011 di Semarang oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Hotel Marlin Pekalongan terletak di Jalan Raya Wiradesa No. 25, Pekalongan. Letaknya tidak di pusat kota ataupun di tengah keramaian Kota Pekalongan. Hanya saja, setiap kendaraan yang akan masuk Pekalongan pasti melewati hotel itu. Apalagi di tengah pekatnya malam, pengendara yang melintasi Jalan Raya Wiradesa langsung disambut kemerlap lampu bertuliskan "Marlin".

Di tengah kelelahan mengemudi lintasi jalur pantura, Hotel Marlin Pekalongan bagaikan oase. Ia seakan membujuk rayu pengendara untuk beristirahat dan menginap di hotel tersebut sekadar melepas penat. Meskipun tampilan hotel ini sangat sederhana, kehangatan begitu terasa. Petugas hotel yang ramah mulai dari resepsionis sampai pelayan restoran. Hal remeh namun begitu membekas bagi tamu.

Masuk ke area resepsionis, "7 Sea's Lounge" akan menyambut tamu dengan aneka musik yang begitu menghibur. Langsung ingin ketenangan? Beranjak saja ke kamar Hotel Marlin Pekalongan. Hotel ini menyediakan dua tipe kamar yaitu kamar Standard dan kamar Deluxe. Kamar yang apik nan hangat. Setiap kamar didesain sangat luas dan dengan fasilitas lengkap. Sebut saja misalnya TV yang digunakan adalah flat LCD dengan saluran program kabel.

Meski masuk kategori bintang dua, fasilitas Hotel Marlin Pekalongan setara dengan bintang tiga. Dengan harga yang terjangkau, hotel ini cocok untuk kalangan pebisnis. Fasilitas akses cepat internet wifi tersedia di semua area hotel. Hotel ini juga memiliki ruang pertemuan yang bisa menampung 70 sampai 100 orang. Dari luar, Hotel Marlin Pekalongan tampak menonjol di deretan ruko-ruko.

"Kebetulan lokasi Marlin adalah bekas Wiradesa Mall yang bangkrut," tutur Manager Hotel Marlin Pekalongan, Didik M. Adi. Harga per kamar bisa dibilang murah untuk hotel dengan fasilitas layaknya bisnis hotel. Hanya Rp 275.000 untuk kamar tipe Standard dan Rp 385.000 untuk kamar tipe Deluxe. Hotel Marlin Pekalongan dikelola di bawah manajemen Dafam Hotels & Resorts. Rencananya, Dafam Hotels & Resorts akan mengeluarkan hotel berbintang di pusat Kota Pekalongan.

"Marlin memang ingin ikut meramaikan Kabupaten Pekalongan. Tapi kalau Dafam Hotel akan operasi bulan November tahun ini di tengah kota. Marlin didesain untuk budget hotel dengan fasilitas minimalis. Sedangkan Dafam Hotel Pekalongan adalah business hotel dengan fasilitas bintang lima," kata Didik. Tak tanggung-tanggung, Dafam Hotel Pekalongan rencananya akan berlantai delapan. Kita tunggu saja kehadiran hotel megah itu. Demikian catatan online Setan Internet yang berjudul Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih.
READ MORE ~>> Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih
 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World