Selasa, 12 Juli 2011

Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih

Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Pekalongan berkembang sebagai sentra pembuatan batik. Permintaan batik begitu banyak, sampai-sampai batik Pekalongan dikirim ke berbagai daerah di nusantara. Oleh karena itu, bisnis di Pekalongan pun tumbuh pesat. Layaknya kota lain yang tumbuh, kebutuhan akan hotel pun meningkat. Pekalongan memang telah memiliki beberapa hotel melati dan berbintang.

Nah, salah satunya adalah Hotel Marlin Pekalongan. Hotel tersebut masih tergolong baru buka. Walaupun begitu posisinya yang strategis mampu menarik tamu untuk bermalam di hotel itu. Coba bayangkan ini. Soft opening dari Hotel Marlin Pekalongan pada 12 November 2010. Namun, okupansi sudah mencapai 70-80 persen per malam. Padahal untuk grand opening baru dilaksanakan 18 Maret 2011 di Semarang oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Hotel Marlin Pekalongan terletak di Jalan Raya Wiradesa No. 25, Pekalongan. Letaknya tidak di pusat kota ataupun di tengah keramaian Kota Pekalongan. Hanya saja, setiap kendaraan yang akan masuk Pekalongan pasti melewati hotel itu. Apalagi di tengah pekatnya malam, pengendara yang melintasi Jalan Raya Wiradesa langsung disambut kemerlap lampu bertuliskan "Marlin".

Di tengah kelelahan mengemudi lintasi jalur pantura, Hotel Marlin Pekalongan bagaikan oase. Ia seakan membujuk rayu pengendara untuk beristirahat dan menginap di hotel tersebut sekadar melepas penat. Meskipun tampilan hotel ini sangat sederhana, kehangatan begitu terasa. Petugas hotel yang ramah mulai dari resepsionis sampai pelayan restoran. Hal remeh namun begitu membekas bagi tamu.

Masuk ke area resepsionis, "7 Sea's Lounge" akan menyambut tamu dengan aneka musik yang begitu menghibur. Langsung ingin ketenangan? Beranjak saja ke kamar Hotel Marlin Pekalongan. Hotel ini menyediakan dua tipe kamar yaitu kamar Standard dan kamar Deluxe. Kamar yang apik nan hangat. Setiap kamar didesain sangat luas dan dengan fasilitas lengkap. Sebut saja misalnya TV yang digunakan adalah flat LCD dengan saluran program kabel.

Meski masuk kategori bintang dua, fasilitas Hotel Marlin Pekalongan setara dengan bintang tiga. Dengan harga yang terjangkau, hotel ini cocok untuk kalangan pebisnis. Fasilitas akses cepat internet wifi tersedia di semua area hotel. Hotel ini juga memiliki ruang pertemuan yang bisa menampung 70 sampai 100 orang. Dari luar, Hotel Marlin Pekalongan tampak menonjol di deretan ruko-ruko.

"Kebetulan lokasi Marlin adalah bekas Wiradesa Mall yang bangkrut," tutur Manager Hotel Marlin Pekalongan, Didik M. Adi. Harga per kamar bisa dibilang murah untuk hotel dengan fasilitas layaknya bisnis hotel. Hanya Rp 275.000 untuk kamar tipe Standard dan Rp 385.000 untuk kamar tipe Deluxe. Hotel Marlin Pekalongan dikelola di bawah manajemen Dafam Hotels & Resorts. Rencananya, Dafam Hotels & Resorts akan mengeluarkan hotel berbintang di pusat Kota Pekalongan.

"Marlin memang ingin ikut meramaikan Kabupaten Pekalongan. Tapi kalau Dafam Hotel akan operasi bulan November tahun ini di tengah kota. Marlin didesain untuk budget hotel dengan fasilitas minimalis. Sedangkan Dafam Hotel Pekalongan adalah business hotel dengan fasilitas bintang lima," kata Didik. Tak tanggung-tanggung, Dafam Hotel Pekalongan rencananya akan berlantai delapan. Kita tunggu saja kehadiran hotel megah itu. Demikian catatan online Setan Internet yang berjudul Pekalongan dan batik ibarat sepasang kekasih.

0 komentar:

 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World