Rabu, 25 Januari 2012

Indra Gunawan Satu korban kecelakaan Maut Mobil Xenia

Indra Gunawan (11) salah satu korban kecelakaan maut mobil Xenia yang dikendarai Afriyani Susanti sudah dalam kondisi yang lebih sehat. Rabu sore, 25 Januari 2012, Indra sudah boleh keluar dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Indra sudah diperbolehkan keluar dari kamar intensif paviliun anak ruang IKA. Meski kelihatan lesu dan diperban di bagian kepala, tapi Indra mengaku tidak ingin berlama-lama di rumah sakit. Ia keluar dengan menggunakan kursi roda.

"Tadi pagi sudah dianggap sehat, makanya dia (Indra) bisa melakukan rawat jalan," ujar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak Indonesia, Linda Gumelar di RSPAD, Rabu, 25 Januari 2012.

Linda mengaku bertemu dengan Indra di pintu depan gedung ICU. Indra juga ditemani kedua orangtuanya dan langsung memasuki taxi yang sudah terparkir di depan gedung rumah sakit.

Meski diterpa musibah, Linda mengaku sangat bangga dengan para korban yang mau berusaha bangkit dari kesembuhan, terlebih bagi Siti Mukaromah yang buah hatinya meninggal akibat peristiwa nahas itu.

"Tuhan tidak tidur, meski trauma tapi kita harus support para korban," kata Linda.

Seperti diketahui, Kecelakaan maut mobil Xenia yang terjadi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat pada Minggu 22 Januari 2012 lalu menewaskan sembilan orang pejalan kaki, dan empat orang luka-luka.

Empat dari sembilan orang yang meninggal merupakan satu keluarga yang sedang berlibur ke Jakarta untuk melihat Monas, kini keempatnya sudah dimakankan di kampung halaman asal mereka tinggal di Jepara, Jawa Tengah.

Berikut nama korban kecelakaan tersebut, yang meninggal antara lain.

1. Muhammad Hudzaifah alias Ujai (16),
2. Firmansyah (21),
3. Suyatmi (51),
4. Pipit Alfia Fitriasih (18),
5. Ari (17),
6. Yusuf Sigit (2,5),
7. Nani Riyanti (25),
8. Wawan (17) dan
9. Muhammad Akbar (22)

Sementara empat orang yang masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto adalah,

1. Siti Mukaromah, 30
2. Keny, 8
READ MORE ~>> Indra Gunawan Satu korban kecelakaan Maut Mobil Xenia

Ledakan Matahari

Ledakan Matahari terjadi pada bintik Matahari 1402, Senin (24/1/2012) pukul 10.59 WIB. Ledakan ini merupakan yang terkuat sejak tahun 2005, masuk dalam kelas M-9 alias sudah mendekati kelas tertinggi (X-Extreme).

Akibat ledakan, terlepas partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona (CME) yang diperkirakan sampai ke Bumi pada Selasa pukul 21.18 WIB -/+ 7 jam. CME bergerak dengan kecepatan hingga 2.200 km per detik.

Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa CME bisa menimbulkan badai Matahari yang mengganggu sistem telekomunikasi, navigasi, fungsi satelit, dan sistem perbankan.

"Navigasi berbasis satelit seperti GPS juga kemungkinan terganggu akurasinya, jadi jangan terlalu percaya pada posisi yang ditunjukkan GPS (frekuensi tunggal) kalau diduga ionosfer terganggu oleh badai Matahari," kata Thomas.

Dampak lainnya adalah gangguan komunikasi radio HF atau gelombang pendek yang biasa digunakan untuk komunikasi jarak jauh, seperti siaran radio luar negeri, misalnya BBC, VOA, dan ABC.

Gangguan juga mungkin terjadi pada telekomunikasi seluler, siaran televisi, dan lainnya. Namun, untuk hal ini, biasanya para operator satelit telah mengantisipasinya.

Dilaporkan AP, Senin, meski ledakan yang terjadi cukup besar, badai Matahari yang ditimbulkan mungkin hanya dalam kelas moderat dengan kecenderungan besar. Wilayah yang terkena dampak terburuk mungkin adalah bagian utara Bumi.

Dampak badai Matahari terburuk pernah terjadi pada abad ke-19. Ketika itu, jaringan telegraf terganggu. Selain itu, badai Matahari juga pernah menyebabkan listrik padam selama sembilan jam di wilayah Quebec, Kanada.
READ MORE ~>> Ledakan Matahari

Senin, 09 Januari 2012

Pasukan Tempur Amerika Serikat

Pentagon sedang mencermati untuk mengurangi separuh jumlah pasukan tempur Amerika Serikat yang ditempatkan di Eropa sebagai bagian dari strategi baru militer yang diluncurkan pekan lalu, kata seorang pejabat senior pertahanan Senin (9/1/2012).

Belum ada keputusan resmi yang diambil mengenai masalah ini dan hasil akhir tergantung pada anggaran pertahanan ke depan, yang akan diumumkan pada 6 Februari, kata Julianne Smith, direktur utama untuk kebijakan Eropa dan NATO. "Ada empat tim brigade tempur (BCT) Amerika yang berbasis di Eropa, tapi sebagian besar dari mereka telah dikerahkan di tempat lain," kata Smith.

"Lebih kurang selama 10 tahun terakhir, kami telah memiliki dua BCT di Afghanistan. Jadi pertanyaannya adalah kemana mereka akan dikembalikan," katanya.

Para pejabat pertahanan sudah bertahun-tahun memperdebatkan berapa banyak tentara untuk menjaga Eropa, dan mantan presiden George W. Bush telah merencanakan untuk mengurangi jumlah pasukan tempur dari empat brigade menjadi dua brigade. Setiap tim brigade tempur angkatan bersenjata memiliki sekitar 3.500 tentara.

Militer Amerika Serikat memiliki hampir 81.000 anggota petugas di Eropa, termasuk 43.000 personel dan 31.000 tentara dari angkatan udara, kata perkiraan Pentagon pada September tahun lalu. Para pejabat pertahanan mengatakan, setidaknya satu brigade kemungkinan akan dihilangkan di Eropa.

Presiden Barack Obama pekan lalu memaparkan strategi militer yang telah direvisi dirancang untuk membentuk anggaran belanja pertahanan masa depan di tengah tekanan fiskal. Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Asia dan menandai kemungkinan pengurangan pasukan Amerika di Eropa.
READ MORE ~>> Pasukan Tempur Amerika Serikat
 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World