Rabu, 29 Desember 2010

Malam pesta kembang api

Sebuah air terjun api akan mengalir dari Jembatan Sydney Harbour pada Malam pesta kembang api di Sydney pada malam Tahun Baru. Demikian dikatakan pihak penyelenggara pada Rabu (29/12/2010).

"Jembatan tersebut akan dihias dengan kembang api berbentuk dasi kupu-kupu dengan lebih dari 7.000 kilogram kembang api akan digunakan dalam perayaan Tahun Baru terbaik hingga saat ini," kata pihak penyelenggara.

"Simbol huruf O besar yang menandai kedatangan ratu acara talkshow televisi Oprah Winfrey di kota tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru terbaik di dunia yang akan dihadiri lebih dari 1,5 juta orang," kata mereka.

Teknisi kembang api mengatakan, anggaran mereka meningkat sehingga pengeluaran keseluruhan dari acara tersebut mencapai lebih dari 5 juta dollar Australia (5,05 juta dollar AS).

Lebih dari 10.000 kembang api bercangkang, 20.000 kembang api yang menyerupai komet, dan 100.000 efek kembang api tunggal akan diluncurkan dari jembatan itu.

Direktur pesta kembang api malam Tahun Baru di Sydney pada hari Rabu mengatakan, acara tersebut akan menjadi suatu hal yang mencolok di dunia, seraya menambahkan bahwa acara tersebut adalah yang terbesar dan terbaik. Demikian catatan online Azka tentang Malam pesta kembang api.
READ MORE ~>> Malam pesta kembang api

Senin, 20 Desember 2010

Majelis Hakim

Majelis Hakim menyindir terdakwa Haposan Hutagalung terkait pengakuan bahwa dirinya diperas oleh Komisaris Jenderal Susno Duadji. Pengakuan itu disampaikan oleh Haposan saat pemeriksaan dirinya pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/12/2010).

Saat diperiksa, Haposan mengaku menceritakan kasus PT Salma Arowana Lestari (PT SAL) ke Sjahril Djohan setelah penanganan kasus itu tidak berjalan sekitar satu tahun. Kasus itu bermula ketika Ho Khian Huat, pengusaha asal Singapura, melaporkan Anwar Salma, pemilik PT SAT, dengan sangkaan penggelapan.

Haposan mengaku menceritakan kasus itu lantaran Sjahril mengenal dekat dengan Susno selaku Kepala Bareskrim Polri. Sjahril, kata Haposan, berjanji akan menanyakan kasus itu ke Susno. Kemudian, Sjahril mengajak Haposan untuk menemui Susno di Bareskrim Polri. Saat itu, Haposan kembali menjelaskan kasus dan menunjukkan bukti-bukti.

"Saya jelaskan singkat. Kasus itu bukti-buktinya kuat. Pak Susno katakan kalau benar seperti itu, saya tangkap (Anwar Salma)," kata Haposan.

Lantaran setelah pertemuan itu tetap tidak ada perkembangan penyelidikan, kata Haposan, dia kembali menanyakan kasus itu ke Sjahril. Sjahril lalu kembali menemui Susno. Sjahril, ucap Haposan, mengatakan kepadanya bahwa Susno meminta uang. "Masa kosong-kosong aja," kata Haposan, menirukan perkataan Sjahril.

Haposan mengaku menyerahkan uang Rp 500 juta ke Sjahril di Hotel The Sultan. Pada malam harinya, Sjahril memberi tahu bahwa uang sudah diserahkan ke Susno. Keesokan harinya, Sjahril mengirimkan pesan singkat yang dikirim oleh Susno. Pesan itu berisi akan menangkap dan menahan Anwar serta menyita barang bukti.

Terkait penyerahan uang itu, Haposan merasa ditekan dan diperas. "Siapa yang peras?" tanya hakim Albertina Ho. "Pak Susno," jawab Haposan. "Melalui siapa?" tanya Albertina lagi. "Pak Sjahril," timpal dia.

"Kok saudara yakin sekali (Susno meminta uang)?" tanya Albertina. "Kok kosong-kosong aja, itu bahasa Pak Susno," kata Haposan. "Sudah berapa lama Saudara jadi advokat?" tanya Albertina. "Sembilan belas (19) tahun," jawab Haposan.

Menurut Albertina, sebagai pengacara yang sudah 19 tahun berpraktik, Haposan seharusnya tahu soal pemerasan. Alasan pemerasan, kata hakim, tidak masuk akal lantaran permintaan uang tidak disampaikan langsung oleh Susno. "Apa itu masuk pemerasan? Saudara berpikirlah sendiri," sindir Albertina.

"Saudara boleh katakan apa saja, tapi harus katakan hal-hal yang logis, yang masuk akal. Nanti orang bilang, apa kata dunia omongan saya (Haposan). Sebagai pengacara, saudara harus tahu pembuktian," tambah Albertina. Demikian catatan online Azka tentang Majelis Hakim.
READ MORE ~>> Majelis Hakim

Sabtu, 18 Desember 2010

Tahun Ujian

Tahun 2010 bisa dikatakan sebagai Tahun Ujian bagi institusi penegak hukum. Sejumlah kasus dan polemik yang melanda kepolisian, Kejaksaan Agung, dan KPK dinilai menyebabkan proses penuntasan sejumlah kasus berjalan lambat.

Staf Khusus Presiden Bidang Politik, Daniel Sparingga, mengatakan, potret hukum 2010 hanya selangkah lebih maju dalam hal pemberantasan korupsi.

"Potret hukum kita selangkah maju, misalnya, pemberantasan korupsi mempunyai intitusi KPK, Kompolnas. Tapi masih lemah dalam action-nya. Wajah hukum kita gerbongnya panjang yang penuh masalah. Banyak kaki tapi jalannya lambat, seperti kaki seribu," kata Daniel, saat mengisi diskusi mingguan Polemik di Jakarta, Sabtu (18/12/2010).

Menurut dia, banyak kepentingan yang membelenggu institusi hukum dalam penuntasan sejumlah kasus. "Ke depannya, saya berharap kepolisian dan kejaksaan bisa lebih transparan," ujar Daniel.

Pengamat hukum tata negara dari Universitas Andalas, Sumatera Barat, Prof Dr Saldi Isra, menilai tidak berjalannya sinergi antarlembaga penegakan hukum menjadi penghambat dalam menunjukkan prestasi yang baik di tahun ini.

"Ada pengelolaan yang tidak sinergis di antara lembaga penegakan hukum. Padahal, tujuan mereka sama," ujarnya.

Pada tahun 2011, penyelesaian sejumlah kasus besar seperti kasus dugaan mafia pajak Gayus Tambunan, kasus pengucuran dana talangan Bank Century, dan kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom dianggap akan menjadi penentuan prestasi penegak hukum setahun mendatang. Demikian catatan online Azka tentang Tahun Ujian.
READ MORE ~>> Tahun Ujian

Sabtu, 04 Desember 2010

simbol perayaan Natal

Pernak-pernik yang menjadi simbol perayaan Natal, seperti miniatur pohon cemara, boneka Santa Klaus, dan lonceng, mulai diburu masyarakat pada pekan pertama Desember 2010 ini. Sebagian pemeluk Kristiani di Palembang menghadirkan simbol-simbol itu dengan maksud menyambut perayaan Natal.

Berdasarkan hasil pemantauan Jumat (3/12/2010), pernak-pernik Natal saat ini banyak dijumpai di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Mal Palembang Square, Palembang Indah Mal, Pasaraya JM, dan Mal International Plaza. Gerai yang menjual pernak-pernik itu selalu padat pengunjung.

Informasi yang dihimpun petugas gerai, harga pernak-pernik Natal mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Pohon cemara, misalnya, dijual seharga Rp 90.000-Rp 300.000 per pohon. Adapun beragam hiasan pohon Natal, seperti lonceng, boneka, lampu, serta miniatur salju, dijual pada kisaran Rp 20.000-Rp 100.000 per buah.

Menurut Niriana (32), ibu rumah tangga pengunjung Toko Buku Gramedia Mal PS, setiap tahun saat Natal tiba, dia selalu menyempatkan diri untuk membeli perhiasan Natal.

”Yang diperbarui biasanya perhiasan yang terpasang di pohon Natal. Tetapi, khusus tahun ini, pohon cemaranya sendiri juga akan diganti karena yang dimiliki keluarga sekarang ini sudah berusia lima tahun. Terkesan sudah agak kusam,” katanya.

Menambah makna

Saat ditanya alasan membeli pohon dan perhiasan Natal, Niriana menuturkan, perayaan Natal akan lebih bermakna jika dilengkapi dengan simbol tradisi, seperti pohon Natal dan perhiasan lain yang terpasang.

Bagi penganut Kristiani, pohon Natal dengan hiasan bintang di atasnya ini menyimpan makna bahwa Natal selalu penuh berkah. Selain itu, hiasan bintang yang terpasang di pucuk pohon Natal secara khusus menyimbolkan pancaran sinar terang yang dibawa melalui kelahiran Yesus Kristus di kandang domba.

”Meski lahir secara sederhana, Yesus menyimpan pancaran terang,” kata Yeni (29), warga Sekip.

Kartu natal

Bastoni, karyawan Pasaraya JM, menambahkan, selain hiasan dan pernak-pernik Natal, penjualan kartu Natal di pasaraya itu juga meningkat sejak 1 Desember. Menurut dia, penjualan kartu Natal di gerainya bisa 70-100 buah per hari.

”Harga kartu Natal yang dijual di gerai JM ini bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 45.000 per buah. Sebagian besar pernak-pernik, hiasan, dan kartu Natal itu didatangkan dari perajin-perajin Jakarta, Yogyakarta, Semarang, hanya sebagian kecil yang berasal dari perajin di Palembang,” katanya. Demikian catatan online Azka tentang simbol perayaan Natal.
READ MORE ~>> simbol perayaan Natal
 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World