Kamis, 24 Maret 2011

Memvonis mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Susno Duadji dengan hukuman tiga tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sesuai dakwaan kedua, kedua dan dakwaan pertama alternatif kelima," ujar Ketua Majelis Hakim, Charis Mardiyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011) malam.

Jenderal bintang tiga itu juga harus membayar uang pengganti senilai Rp 4 miliar yang harus dibayar dalam jangka waktu satu bulan.

"Jika tidak dibayar akan disita harta bendanya atau diganti dengan kurungan selama satu tahun," ucap Charis.

Susno Duadji terbukti menerima suap Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan dalam penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari. Susno juga terbukti menyalahgunakan wewenang saat menjabat Kepala Polda Jabar dengan memerintahkan pemotongan dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat pada 2008 untuk penggunaan yang tidak semestinya. Majelis hakim menilai, perbuatannya tersebut merugikan negara Rp 8,1 miliar.

"Terbukti melakukan pemotongan dana dan setelah terkumpul tidak digunakan untuk pengamanan Pilkada tapi pembelian valuta asing, camry sebagai mobil dinas, atensi Kapolda Jabar dan pejabat Polda," ujar anggota majelis hakim, Samsudin.

Susno terbukti melanggar Pasal 11 Jo Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 jo Pasal 18 dalam undang-undang yang sama. Adapun hal-hal yang meringankan, Susno mengungkap adanya penyimpangan di Mabes Polri dan berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Terdakwa telah mengabdi kepada negara selama 34 tahun," kata Charis. Sedangkan hal-hal yang memberatkan, telah merugikan keuangan negara dan tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat sebagai penegak hukum. Vonis terhadap Susno lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Susno 7 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta. Demikian catatan online Setan Internet tentang Memvonis mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
READ MORE ~>> Memvonis mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri

Senin, 07 Maret 2011

Apple iPhone 4

Krusell memperbarui daftar 10 ponsel terlaris. Dan posisi Apple iPhone 4 sebagai penyandang predikat ponsel terlaris belum tergantikan. Ini adalah kali kelima smartphone berbasis iOS itu menduduki posisi puncak.

Artinya, iPhone 4 bertahan di posisi puncak sebagai ponsel terpopuler selama lima bulan berturut-turut sejak bulan Oktober tahun lalu.

Jika menilik kemampuan dan fiturnya, rasanya smartphone terakhir besutan Apple itu memang pantas menyabet gelar ponsel terlaris. Ia mendobrak pasar dengan fitur FaceTime yang membuat aktivitas video call lebih nyata dan benderang dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, iPhone 4 juga dilengkapi Retina display Apple terbaru yang memungkinkan tampilan beresolusi tertinggi yang pernah dihadirkan pada ponsel untuk menghasilkan teks, gambar, dan video yang lebih detail dan tajam.

Dalam daftar terbaru, Samsung Galaxy Tab berhasil memikat perhatian. Posisinya melejit enam peringkat ke posisi ke-2 dari posisi ke-8. Galaxy Tab merupakan tablet PC pertama Samsung yang hadir dengan layar 7-inci dan berbasis OS Android.

Selebihnya, penghuni daftar bulan ini kurang lebih sama. Ada HTC Desire HD, Nokia 3720 Classic, Nokia C5. Terdapat pendatang baru seperti HTC Wildfire sementara Nokia N8 hengkang dari daftar.

Berikut 10 ponsel terlaris per bulan Februari 2011 versi Krusell:
Apple iPhone 41. (1) Apple iPhone 4
2. (8) Samsung Galaxy Tab
3. (2) HTC Desire HD
4. (3) Nokia 3720 Classic
5. (5) Nokia C5
6. (10) Nokia E52
7. (7) Samsung GT-B2710 / Xcover 271
8. (-) HTC Wildfire
9. (-) Samsung B2700
10. (6) Samsung I9000 Galaxy S

( ) = posisi bulan lalu.

"Tablet lebih sering diperbincangkan belakangan ini," kata Ulf Sandberg, CEO Krusell, melalui keterangan resmi yang dikutip media massa, Selasa 8 Maret 2011.

"Permintaan casing (pembungkus) Samsung Galaxy Tab sangat besar selama beberapa bulan terakhir. Sayangnya, daftar ini hanya menyajikan ponsel-ponsel dengan catatan penjualan terlaris, sebab itu Apple iPad tidak masuk dalam daftar. Jika diperhitungkan, iPad bisa ditempatkan di peringkat kedua."

"Ini akan sangat menarik untuk memperhatikan di mana posisi tablet perdana HTC. Saya kira HTC Flyer akan mulai masuk ke dalam daftar sejak kuartal kedua tahun 2011," tandas Sandberg.

Sebagaimana diketahui, pemilihan 10 ponsel di atas didasari pada daya serap konsumen terhadap produk-produk casing (pembungkus) ponsel sepanjang 2010, termasuk perangkat serta pernak-pernik portabelnya, yang diproduksi Krusell sebanyak lebih dari tiga juta unit rata-rata per tahun.

Daftar keluaran produsen pernak-pernik perangkat elektronik dan ponsel asal Swedia ini cukup unik mengingat data yang terkumpul merepresentasikan penjualan ponsel di 6 benua dan lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Demikian catatan online Setan Internet tentang Apple iPhone 4.
READ MORE ~>> Apple iPhone 4

Kompol Iwan Siswanto

Kejaksaan telah menyatakan berkas perkara tersangka Kompol Iwan Siswanto sudah lengkap atau P21 menjelang masa penahanannya habis, Senin (7/3/2011). Dengan demikian, mantan Kepala Rumah Tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok, itu tetap ditahan.

”Berkas perkara Kompol Iwan Siswanto sudah P21,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin malam.

Boy mengatakan, setelah dinyatakan P21, penyidik langsung melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri Depok. Selanjutnya, jaksa penuntut umum akan menyusun dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Depok untuk diadili.

Seperti diberitakan, masa penahanan Iwan selama 120 hari akan habis pada Selasa (8/3/2011) dini hari. Jika berkas perkara tak dinyatakan P21, penyidik harus membebaskan Iwan dari rumah tahanan sebagaimana delapan anak buah Iwan.

Penahanan terhadap delapan mantan petugas rumah tahanan, yakni Briptu BH, Briptu DA, Briptu DS, Briptu AD, Bripda ES, Bripda JP, Bripda S, dan Bripda B telah ditangguhkan Jumat pekan lalu lantaran berkas perkara mereka belum P21 hingga masa penahanan habis. Berkas kedelapan tersangka tengah diperiksa jaksa.

Mereka dijerat pasal korupsi setelah diduga menerima suap dari Gayus Halomoan Tambunan ketika memberi izin keluar-masuk sel sebanyak 68 kali tanpa prosedur bagi terpidana kasus mafia pajak itu. Iwan diduga menerima total Rp 368 juta dari Gayus. Dari rumahnya, penyidik menyita buku tabungan, kartu ATM, dan bon pembelian emas.

Hingga saat ini belum jelas dari mana sumber uang Gayus untuk menyuap. Gayus membantah telah menyuap petugas ketika keluar untuk pelesiran ke berbagai negara. Demikian catatan online Setan Internet tentang Kompol Iwan Siswanto.
READ MORE ~>> Kompol Iwan Siswanto

Indonesia Corruption Watch (ICW)

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengemukakan perlunya audit forensik secara independen untuk penyelesaian kasus Bank Cantury. Sebab, menurut ICW, hasil audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang terakhir tidak cukup menjelaskan secara rinci aliran dana yang terkait bailout Bank Century itu.

Melalui audit forensik independen bisa ditelusuri ke mana larinya talangan dana senilai Rp 6,7 triliun dan siapa saja yang dicurigai menerima dana tersebut tanpa dibumbui unsur-unsur kepentingan yang menghambat jalannya audit. ”Seharusnya audit forensik dilakukan melalui lembaga audit forensik yang independen. Jika demikian kasus itu sudah dekat menuju pengungkapan korupsi,” kata aktivis ICW, Adnan Topan Husodo, saat jumpa pers di kantor ICW, Senin (7/3/2011).

Audit forensik oleh tim independen bisa saja dilakukan, kata Adnan, tetapi tergantung siapa yang berinisiatif melakukannya. Tim harus benar-benar berasal dari orang-orang yang independen dan tidak memiliki kepentingan dalam bentuk apa pun untuk menyelesaikan kasus ini. ”Sekarang tinggal inisiatif dari siapa yang ingin mengangkat kasus ini untuk dilakukan audit forensik independen,” tutur Adnan.

Sebelumnya, KPK juga pernah meminta audit forensik harus dikerjakan oleh lembaga audit yang betul-betul independen. Hal ini bisa mempersempit konflik kepentingan tak terjadi dalam kasus Bank Century. Selain itu, juga bisa membantu kelancaran jalannya proses hukum selanjutnya. Demikian catatan online Setan Internet tentang Indonesia Corruption Watch (ICW).
READ MORE ~>> Indonesia Corruption Watch (ICW)
 
 
Copyright © 2013 Setan Internet All Rights Reserved
Animal World